Minggu, 25 Oktober 2015

'Masalah Klopp adalah Skuat yang Tak Seimbang'

Masalah Klopp adalah Skuat yang Tak Seimbang
Liverpool - Liverpool belum kunjung mencicipi kemenangan di bawah manajer anyar, Juergen Klopp. Satu masalah besar yang dihadapi Klopp adalah komposisi skuat saat ini yang tak seimbang.

Sudah tiga laga dijalani Klopp sebagai manajer Liverpool, seluruhnya berakhir dengan hasil imbang. Masing-masing imbang tanpa gol melawan Tottenham Hotspur, lalu sama kuat 1-1 dengan Rubin Kazan dan Southampton.

Secara keseluruhan, Liverpool kini sudah menjalani lima laga terakhir tanpa kemenangan. Kelimanya berakhir dengan skor imbang.

Satu isu yang dinilai amat mengganggu adalah keseimbangan pemain yang buruk. Eks bek Liverpool Jamie Carragher menyebut Klopp mewarisi sebuah skuat yang punya banyak penyerang tengah dan gelandang serang, tapi minim pemain sayap.

Setidaknya ada empat penyerang tengah dalam diri Christian Benteke, Daniel Sturridge, Danny Ings, dan Divock Origi. Sementara di posisi nomor 10 ada paling tidak Philippe Coutinho, Roberto Firmino, dan juga Adam Lallana. Carragher lantas menyoroti minimnya pemain sayap murni, di mana sejauh ini cuma ada nama Jordon Ibe plus James Milner. Milner sendiri sebenarnya lebih kerap dimainkan di peran lebih sentral di Liverpool sejauh ini.

Hal itu turut memengaruhi Liverpool dalam menciptakan peluang. Di laga kontra Soton, Minggu (25/10/2015) malam WIB kemarin misalnya, mereka cuma punya dua tembakan tepat sasaran dari 15 percobaan, sementara menguasai permainan sebesar 61%. Isu ini yang bakal perlu dicari solusinya oleh Klopp.

"Tidak ada cukup peluang yang diciptakan. Sepakbolanya sejauh ini tidak cepat dan kencang, namun lambat dan bisa diprediksi. Mereka tidak menciptakan peluang-peluang," kata Carragher dikutip Sky Sports.

"Tidak ada pemain-pemain berkarakter melebar di skuat. Ada banyak sekali pemain berkarakter nomor 10. Saya tidak tahu bagaimana komite transfer berpikir mereka bakal membuatnya cocok."

"Itu adalah masalah Juergen Klopp saat ini. Mungkin dia akan menjawabnya di Januari, tapi ada empat penyerang tengah dan tiga atau empat pemain bertipe nomor 10, serta tidak ada pemain bertipe melebar. Ada sejumlah masalah dengan skuat ini dalam hal kualitas dan keseimbangan," tandas pria yang kini menjadi analis tersebut.

Sumber : http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/10/26/055839/3052912/72/masalah-klopp-adalah-skuat-yang-tak-seimbang

Baca Juga :
  • Undangan Tas
  • Agen Pulau Tidung
  • Pulau Harapan
  • Undangan Tas
  • Pulau pari
  • Pulau Tidung
  • Es Cincau
  • Tahu dan Tempe Goreng
  • Gurame Bakar
  • Sayur Rebung
  • Es Cendol
  • Orak Arik Tempe
  • Bubur Manado
  • Rendang Daging Sapi
  • Semur Daging Sapi
  • Nasi Goreng
  • Rabu, 27 Agustus 2014

    Indehoy di hotel, Sejoli Ini Simpan Narkoba Senilai Rp200 Juta

    Polisi Satuan Reserse Narkoba Polresta Yogyakarta menangkap sejoli asal Salatiga, Jawa Tengah, yang ditengarai terlibat peredaran narkoba. Keduanya bukan pasangan suami istri, namun masing-masing sudah memilik pasangan yang sah.

    "Inisial RDA (27) sudah memiliki suami, sedangkan KA (30) sudah memiliki istri. Mereka bukan pasangan suami-istri," tegas Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Slamet Santoso pada wartawan, Senin (11/8/2014).

    Keduanya ditangkap di Hotel Permata 3, Jalan Lingkar Selatan, Argomulyo, Salatiga, Jawa Tengah. Dari tangan mereka, polisi menyita sabu-sabu seberat 60,1 gram, putaw seberat 61,1 gram, ganja kering 1.320 gram, beberapa butir pil koplo, timbangan digital, dan beragam bong atau alat hisab sabu serta pipet kaca.

    "Harga di pasar gelap semua barang-barang terlarang yang kita temukan itu lebih dari Rp200 juta," kata Slamet.

    Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Topo Subroto menyampaikan keduanya bukanlah bandar narkoba, namun mereka terlibat dalam jaringan narkoba yang peredarannya di Yogyakarta dan Magelang, Jateng.

    "Keduanya 'peluncur', mengambil barang dan meletakkan barang di suatu tempat. Ada yang mengendalikan mereka, ini yang masih kita kembangkan lagi," kata Topo.

    Dia juga mempertegas bahwa barang-barang tersebut bukan kepunyaan mereka. Menurut pengakuannya, mereka sudah tujuh kali mengambil paket barang tersebut di Jakarta untuk diedarkan di Kota Gudeg Yogyakarta dan Magelang.

    Mereka juga menyimpan barang tersebut di tempat terpisah dari tempat tinggalnya di Salatiga, Jawa Tengah.

    "Mereka bekerja sebagai 'peluncur', upah yang diberikan langsung ditransfer ke rekening setiap bulan antara Rp2,5 juta sampai Rp3 juta. Jadi mereka ini seperti karyawan, semacam orang kepercayaan sang bandar," ujarnya.

    Polisi juga melakukan tes urine, dan hasilnya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Keduanya dicokol polisi setelah menggunakan sabu-sabu di dalam kamar hotel.

    Penyidik menjerat keduanya dengan pasal 111 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara," katanya. (kem)

    Senin, 30 Juni 2014

    Pembangunan PLTU di Minta Dipercepat, Gubernur Jambi Temui CT

    Gubernur Provinsi Jambi Hasan Basri Agus bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung untuk meminta rekomendasi terkait percepatan izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jambi.

    Usai pertemuan dengan CT, Hasan mengaku dirinya menaruh harapan terhadap komitmen pemerintah untuk membantu percepatan perijinan PLTU tersebut. "Itu akan segera koordinasikan oleh Pak Menko dan Kementerian ESDM. Beliau bilang secepatnya. Mungkin rencana beliau dalam beberapa hari ini akan ada rapat di sini untuk membahas itu," kata Hasan di Kantor Menko Perekonomian, Selasa (1/7/2014).

    Lebih lanjut, Hasan menjelaskan proyek pembangunan PLTU tersebut akan dilakukan anak usaha perusahaan listrik Korea, yaitu Korea East Power Ltd (KOSEP) dengan kapasitas 2 x 200 Mega Watt (MW). Adapun proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 8 triliun. - Es Cincau

    "Kami tidak mau malu dengan Korea. Kami harus secepatnya kerjakan ini. Kalau izinnya sudah ada, kita bisa langsung mulai," tegas Hasan. - Resep Kue

    Ditemui di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perizinan BKPMD Provinsi Jambi Hefni Zen menjelaskan kepemilikan saham PLTU di Jambi tersebut akan melibatkan BUMD Provinsi Jambi.

    "Kepemilikan saham nanti mayoritas sindikasi Bank di Korea, KOSEP dan sebagian BUMD. Sekitar 60-40 lah mayoritas asing," ujar dia.

    Sebelumnya, pemerintah Provinsi Jambi telah menandatangani proyek PLTU ini pada Oktober 2013. Ketika itu, Presiden Korea melakukan kunjungan ke Indonesia. Dalam kontrak ditargetkan pembangunan PLTU akan dapat dilakukan selama 3 tahun.

    Pembangkit listrik ini menjadi sangat penting dalam mengimbangi kebutuhan listrik untuk wilayah Jambi yang terjadi peningkatan rata-rata 16 persen per tahun.

    Senin, 23 Juni 2014

    Heitinga Resmi Berlabuh di Hertha Berlin

    Klub Bundesliga Hertha Berlin baru saja mengumumkan telah mendapatkan pemain belakang asal Belanda John Heitinga. Selama di Olympic Stadium Heitinga diikat dengan kontrak berdurasi dua tahun atau sampai 2016 mendatang. - Pulau Tidung

    Pemain berusia 30 tahun tersebut sudah lolos tes medis dan akan bermain di kompetisi Jerman untuk pertama kalinya. Heitinga berstatus free transfer setelah meninggalkan Fulham menyusul terdegradasi dari Premier League musim lalu.- Pulau Pari

    "Saya sangat ingin bermain di Bundesliga, jadi saya sudah tidak sabar membela Hertha. Saya sangat gembira setelah mendengar tentang tim dan penggemar mereka yang besar. Setelah Amsterdam, Madrid dan London, sekarang Berlin akan jadi kota dunia berikutnya untuk melanjutkan karir saya," ujar Heitinga di situs resmi klub.

    Heitnga sendiri sudah mengoleksi 87 caps selama membela timnas Belanda. Ia juga pernah bermain di Ajax Amsterdam, Atletico Madrid, Everton, Fulham dan kini Hertha Berlin.(hbsc/ada)

    Sumber : http://www.bola.net/liga_eropa_lain/heitinga-resmi-berlabuh-di-hertha-berlin-406466.html